Cegah Stunting pada bayi sebelum seorang perempuan menjadi ibu
Stunting merupakan permasalahan kesehatan
kurangnya
gizi kronis yang disebabkan oleh minimnya asupan gizi baik dalam waktu cukup
lama dan akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi bayi. Stunting terjadi pada masa janin masih dalam
kandungan yaitu 270 hari dan baru nampak saat anak berusia dua tahun (730 hari).
Ciri-ciri yang terjadi pada bayi stunting antara lain : tinggi bayi yang tidak
sesuai dengan umurnya, berat badan dan daya respon (otak) bayi yang terlambat (lemah
otak). Ada beberapa hal kesehatan yang mempengaruhi pertumbuhan bayi dan
upaya-upaya dalam pemantauan pertumbuhan bayi. Posyandu sebagai wadah pelayanan
kesehatan dan konsultasi ibu ataupun bayi tidak cukup untuk bisa mengurangi
ataupun mencegah terjadinya stunting pada bayi.
Pada fase perkembangan janin dalam
kandungan, seorang calon ibu atau remaja putri seharusnya sudah mempersiapkan
dirinya sesuai kodratnya yaitu hamil dan melahirkan, dalam hal ini menjaga
konsumsi makanan sehat dan pola hidup sejak sejak dini sudah dilakukan. Kondisi
fisik wanita hamil dan menyusui memang akan berbeda-beda, baik dalam mengelola
asupan makanan hingga pola kehidupan sosial sang calon ibu. Mereka yang sudah
menjaga pola makanan sehat dan rajin berolahraga sejak remaja, cenderung lebih
siap pada saat mereka usai melahirkan, menyusui dan mengasuh anak. Daripada
para remaja putri atau calon ibu yang belum melakukan pola hidup sehat demi
persiapan menjadi seorang ibu sejak dini. Pola hidup tidak sehat seperti membeli
tembakau, sering mengkonsumsi makanan siap saji ataupun sekedar membeli pulsa
sepertinya menjadi kebutuhan pokok hidup ketimbang membeli/mengolah makanan
sehat, berolahraga, merubah polah hidup sehat dan mempersiapkan dirinya sebelum
terjadi sakit. Peran pemerintah terhadap kampanye pola hidup sehat dan bersih
masih belum maksimal, hal ini terjadi pada beberapa lokasi posyandu yang tidak
mengaktifkan meja layanan untuk konsultasi kesehatan. Pengetahuan tentang
Stunting rasanya menjadi terlambat untuk diketahui dan menerapkannya dalam
lingkungan keluarga. Ibu-ibu muda atau keluarga muda hanya mendapatkan
informasi kesehatan terutama stunting lewat media sosial yang sangat mudah
didapat tanpa ada pendamping langsung dari pelayan kesehatan.

Komentar
Posting Komentar