[JANGAN DITIRU] Babymoon Yang Tidak Biasa, Blusukan ke SUOH ~ part 02
Pesona Suoh di segala sudut mata memandang
Tidak ada
yang tak indah segala sudut tempat di Suoh ini, dimulai dari suasana pagi yang
sangat indah, matahari menyinari Danau Lebar yang masih berselimutkan kabut,
disisi lain kebulan asap dari kawah Keramikan membumbung tinggi ke langit dan
hamparan pada savana dari kejauhan nampak hijau sekali. Sarapan pagi kami
segerakan supaya cepat selesai, sehingga keliling daerah wisata sekitaran Suoh
ini bisa terpenuhi. Dari hasil diskusi sebelumnya, jika ingin berkeliling
kawasan Suoh bisa dengan hiking mengikuti jalur pejalan kaki yang sudah di buat
atau bisa juga berkeliling dengan ojek sepeda motor. Pukul 7.30 wib petualangan
kami dimulai dengan berjalan kaki selama 10 menit melintasi padang rumput
menuju Danau Minyak dan Kawah Merah, di danau minyak kita masih bisa melihat
segerombolan burung belibis hinggap dan ada juga yang berterbangan.
Mengabadikan momen dengan berfoto merupakan hukum wajib di spot pertama ini
karena matahari juga mulai nampak terang benderang.
Bergegas ke
spot berikutnya yaitu Menara Pandang, dimana jika kita berada diatas menara
tersebut , seluruh sudut kawasan wisata Suoh ini akan terlihat jelas. Menara
yang terbuat dari kayu dengan ketinggian 5 meter ini memiliki aturan dimana
pengunjung membatasi jumlah orang yang akan berfoto dll. Tidak jauh dari spot
menara pandang, terhampar luas padang savana rerumputan hijau diselingi pohon
beranting kecil hingga menuju Danau Asem sebelah timur dan spot wisata Pasir
Kuning ke arah utara. Mengingat butuh waktu untuk kita berjalan kaki dan
sengaja ingin mengunjungi sang primadona utama kawasan Suoh ini, maka 2 spot
tadi tidak kami kunjungi, mungkin dilain waktu saja. Seperti biasa kalau sesi
foto itu tidak ada batasnya dan selalu tertarik untuk terus mengabadikannya,
sehingga perjalanan menuju spot utama tidak akan cepat sampainya.
Sang Primadona khas Suoh
Informasi
internet khususnya media sosial merupakan alat promosi yang sangat cepat dan
bahkan ada fasilitas informasi yang akan saling dukung antar penggunanya. Dan
Suoh saat ini sedang naik daun, dimana aplikasi facebook dan instagram sudah
banyak orang mengabadikan kondisi terakhir kawasan Suoh lengkap dengan jalur
jalan dan cuaca ter-up to date. Spot Keramikan namanya.. ada di Pekon Sukamarga
kecamatan Suoh adalah daerah yang memiliki sumber panas bumi terluas, bahkan
air yang keluar naik keatas permukaan menjadi kerak/mengeras. Luasnya daerah
yang tergenang menjadikan lokasi ini seperti lantai keramik yang berkaca-kaca,
tetapi selama berada di lokasi kita harus mendengarkan saran pemandu lokal.
Lantai yang licin sangat berbahaya untuk kita injak dan ada tempat yang suhu
airnya panas sekali.
![]() |
| Wisata Keramikan Suoh |
Tidak jauh
dari wisata Keramikan kita bisa datangi Kawah Nirwana yang masih berada di
kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Lampung. Kawah yang termasuk besar dan
aktif sekali, bahkan pada kondisi tertentu letupan air yang mendidih bisa setinggi
orang dewasa bahkan lebih. Pengunjung tetap disarankan untuk tidak mendekati
pembatas area yang telah disediakan oleh masyarakat sebagai pengelola wisata
ini. Wisata Keramikan dan Kawah Nirwana merupakan primadonanya pariwisata alami
di kecamatan Suoh, selain spot wisata lainnya seperti :
- Danau Asam, pengunjung bisa mandi, berenang dan mengelilingi danau dengan perahu
- Pasir Kuning, hamparan padang pasir yang luas bisa diakses dengan jalan kaki dan perahu dari dermaga Danau Asam
- Danau Lebar, spot yang cocok sekali untuk menikmati sunrise
- Danau Minyak, mirip seperti telaga warna air di permukaannya sering berubah dan kita bisa temukan sekelompok burung belibis
- Padang rumput yang sangat luas mengelilingi kawan wisata Suoh sehingga pengunjung bisa memilih lokasi pemotretan dimana saja
Masih banyak
spot wisata daerah Suoh yang sudah ditemukan tetapi belum dikelola oleh
masyarakat setempat, seperti Air Terjun dan pemandian air panas, tetapi dengan
adanya pengelolaan kawasan wisata Suoh sekarang ini, pengunjung tidak akan
mengalami kesulitan untuk mengelilinginya.
Kembali pulang
Jam tangan
menunjukkan jam 11.00 wib, menjadi tanda untuk segera berangkat untuk pulang
dan meninggalkan kawasan wisata Suoh. Perjalanan pulang kali ini tidak sama
jalurnya dengan kedatangan, kendaraan kami akan mengarah kabupaten Tanggamus tepatnya
Wonosobo lalu kearah Pringsewu, Gedongtaan dan Kemiling Bandar Lampung.
Pangarah jalan kami om Manto yang berasal dari Sekincau membawa kami ke
bantaran sungai lebar untuk membersihkan diri mandi si sungai, secara selama di
Suoh kita belum temukan tempat mandi.
Mengobati
rasa rindu akan perjalanan semi offroad atau jalan yang tidak biasa, komunitas
Double Cabin ini mencoba jalur lingkar desa yang telah disiapkan oleh om Manto
beberapa waktu lalu. Selepas dari pemukiman padat penduduk, rombongan berbelok
ke arah perkebunan dengan jalan yang masih muat dilewati mobil. Dan rombongan
langsung dihadapkan oleh jalan tanah kering yang cukup curam, tetapi jalan tersebut
terbelah di tengahnya dan dalam (parit jalannya pindah ketengah). Sontak para
penumpang turun dari mobil untuk mengurangi beban dan memberi keleluasaan pengendara
memilih jalan. Setelah tanjakan selesai dilewati dan penumpang masuk ke dalam
mobil, perjalanan dilanjutkan dengan tantangan jalan tanah yang licin serta
mendaki, namun cenderung rata sehingga penumpang tidak diharuskan turun.
![]() |
| Dibelakang itu kendaraan yang kami tumpangi |
Menyelesaikan
tanjakan ketiga, salah satu kedaraan hilang komunikasi radio dengan kami dan
mengutus 1 mobil di belakang kami untuk memeriksa di bawah. Bersama om Manto
yang memang membawa motor trail akhirnya komunikasi terhubung dan kondisi mobil
tadi mengalami kerusakan, prodo koplingnya habis sehingga mobil tidak bisa
berjalan dan harus dilakukan evakuasi dengan cara ditarik. Evakuasi pertama berhasil
dilakukan oleh om Andar, dengan menarik tali baja yang ada di badan mobil untuk
bisa bergabung dengan 2 mobil lainnya. Setelah 4 mobil berkumpul lalu melakukan
pemeriksaan kerusakan, akhirnya evakusi mobil berpindah tangan ke om Amril
sebagai ketua rombongan dan memiliki kendaraan yang telah di desain khusus
untuk menarik kendaraan.
Perjalanan
dilanjutkan , hingga melintasi perbukitan dengan pemandangan perkampungan dikelilingi
persawahan yang luas, rangkaian kendaraan masih aman dan saling menjaga jarak
aman. Namun tantangan terakhir harus kami hadapi, jalan tanah berlumpur dan terjal
menghentikan perjalanan untuk menyusun strategi agar kendaraan om Amril yang
menarik mobil om Afriadi bisa melewatinya. 3 rangkaian kendaraan disusun dengan
tali baja, om Andar sebagai mobil pertama yang berada dalam posisi atas dan
datar bertugas menarik kedua mobil yang berada dibawah. Seru bercampur khawatir
dirasakan semua rombongan ini, karena sedikit kecerobohan kendaraan bisa tersangkut
, tali baja terlepas atau malah anggota rombongan yang terkena cidera.
![]() |
| Evakuasi kendaraan di tanjakan jalan desa Suoh |
Selama perjalanan
yang cukup bergoyang dan juga hentakan beban kendaraan yang ditarik, Saya dan
Istri mengambil keputusan untuk bertukaran penumpang dengan om Andar yang tadi
berada didepan. Alasan kami memutuskan pindah adalah demi konsentrasi om Amril
dalam menarik dan menjaga mobil di belakangnya tetap stabil tanpa terbebani
adanya ibu hamil yang jadi penumpangnya. Kembali ke cerita awal bahwasanya
perjalanan ini membawa seorang ibu hamil rasanya menjadi beban pengendara, akan
tetapi merekapun sudah memberikan kenyamanan kendaraannya dengan kaki roda yang
tinggi sehingga goncangan penumpang tidak terlalu kencang.
Dari perjalanan
offroad membawa ibu hamil, Saya mau membagikan tips nyaman buat yang mau aja
ya..
- Posisikan duduk ibu hamil berada di tengah dan diapit rapat oleh penumpang lain
- Berikan bantal empuk di di pinggang (menyesuaikan bentuk tulang ekor)
- Jaket tebal atau handuk kering diletakkan pada sisi kanan kiri badan, untuk menghindari benturan
- Disarankan duduk dekat pintu yang ada pegangannya dan sesekali kaki bisa diluruskan menapak di bawah kursi depannya.
- Jangan menahan buang air kencing
Pengalaman
baru dan terharu kami lalui bersama dengan dedek bayi yang berusia 5 bulan,
besar harapan kami agar diberikan keselamatan dan kesehatan dan nantinya cerita
perjalanan dia akan diceritakan kembali sebagai kenangan dan penguat semangat
hidup. Kata orang-orang “begitulah nasib seorang traveler yang sedang hamil ,
tapi tetap ingin menikmati hidup serta memiliki cerita hidup yang tidak biasa”.
Baca juga Ruang Goes To Lambar





Komentar
Posting Komentar