[Ruang Jingga goes to Lambar] Sehari Menjadi Relawan Berbagi dan Beredukasi di Sekincau
Mengutip kalimat seorang sahabat “Sebuah keputusan yang tepat untuk berkolaborasi dengan komunitas ini, karena medan jalan yang mau dihadapi cocok untuk mobil Double Cabin”
Sempat tarik ulur dan silang
pendapat untuk melaksanakan gelaran #1000tumblers4lpg Ruang Jingga di kecamatan
Sekincau dan Pagar Dewa, kabupaten Lampung Barat. Jarak tempuh yang cukup jauh,
kondisi jalan yang belum bisa diprediksi bagusnya, jumlah relawan yang berminat ikut
dan jumlah kendaraan transportasi yang bisa membawa kami semua. Faktor
pembiayaan akomodasi dan transportasi bagi sebagian komunitas sosial sepertinya
menjadi PR khusus, ingin menggunakan dana kas komunitas rasanya tidak tega apalagi kas
tersebut merupakan hasil donasi. Pada titik lelah menjelang detik-detik
peluncuran poster Ruang Jingga Goes To Lambar, muncullah ide dan tawaran
spesial dari komunitas Double Cabin Indonesia Chapter Lampung.
Pada gelaran bulan Agustus 2017,
Ruang Jingga pernah berkolaborasi dengan komunitas ini dengan membawa para
relawan, bantuan buku dan perlengkapan lainnya menuju desa terpencil yang ada di Kabupaten
Pesawaran. Karakteristis kendaraan double cabin yaitu 4x4 (four wheel drive) sangat cocok untuk kondisi jalan tanah basah, tanjakan terjal, melewati lubang atau
parit di tengah jalan hingga menembus jalan berlumpur. Dengan bersedianya
komunitas ini memfasilitasi relawan hingga ke lokasi rasanya tidak setimpal jika
mereka hanya sekedar mengikuti gelaran tanpa memanjakan mobil mereka di kondisi
jalan tersebut diatas. Komunikasipun berlanjut dengan keputusan bahwa anggota komunitas dcab.id Lampung yang tinggal di Sekincau akan bergabung dan mencarikan track mainan
yang cukup menyenangkan yaitu Suoh. Iya, dahulu kecamatan Suoh terkenal dengan
sulitnya mendapatkan jalan yang bagus, bahkan jalan lingkar desa masih berupa
jalan tanah yang rusak dan terjal. Usai gelaran Ruang Jingga, kendaraan yang membawa para relawan ini akan mencoba menjelajah jalanan yang cukup sepadan dengan kekuatan kendaraan double cabin mereka. dcab.id Lampung
MI HARAHAFIYAH
Rombongan relawan Ruang Jingga yang
beranggotakan 12 orang, 3 orang anggota dcab.id chapter Lampung dan 6 orang
peserta lainnya berangkat pada hari jum’at tanggal 30 Maret 2018 difasilitasi
oleh 3 kendaraan tipe double cabin dan 1 kendaraan tipe suv. Rombongan sempat
menghentikan perjalanan saat waktu ibadah sholat Jum’at dan juga menyempatkan
diri mampir ke kerajaan sejarah Skala Brak Kepaksian Pernong. Sekitar jam 19.00
wib semua rombongan sampai di sekolah MI Harahafiyah yang berada di Pekon Giham
Sukamaju kec. Sekincau, kondisi halaman sekolah yang gelap tidak menghentikan
niatan bermalam di salah satu kelas yang ada di sekolah tersebut.
MI Harahafiyah menjadi sekolah
pertama kami pada gelaran #1000tumblers4lpg di Sekincau, dikarenakan semangat
pihak sekolah yang mengharapkan dapat beristirahat disana dan juga tidak
terlalu jauh dengan permukiman penduduk. Antusias pihak sekolah dan anak-anak
di sekolah ini memberikan kami kejutan dengan penampilan seni musik rebana yang
dibawakan oleh 10 siswa siswi yang memang terbentuk dan sering mengikuti
perlombaan. Dengan jumlah murid 44 orang dan ditemani beberapa guru dalam kelas
yang dindingnya masih papan ini, suasana gelaran yang menampilkan boneka tangan
khas Ruang Jingga dan Kelas Inspirasi Profesi nampak bersemangat.
| Bang Andar dan kak Habi menjelaskan fakta sampah plastik yang ada di Indonesia |
Dan di edisi
goes to Lambar ini, Andreas yang menjadi pemateri profesi Chef menyempatkan
diri mengisi kelas Seni Buah dan Sayur (Garnis/Carving) untuk ibu-ibu wali
murid yang datang mengantar anaknya sekolah. Menambah pengalaman dan wawasan
baru bagi ibu-ibu ini bisa mempraktekkan langsung latihan garnis buah dan juga
memperoleh informasi sosialisai tentang penggunaan wadah minum yang sehat untuk
keluarga.
SDS TALANG SEMARANG
Tepat pukul 11.00 wib, rombongan
relawan mulai meninggalkan pekon Giham Sukamaju dan bergegas menuju SDS Talang
Semarang , karena gelaran kedua dilaksanakan setelah anak-anak di sekolah ini
selesai ujian mid semester. Memasuki pekon Talang Semarang kec. Pagar Dewa,
mata kita dimanjakan oleh indahnya perkebunan kopi dan sayur mayur yang berada
perkarangan warga dan beberapa lokasi perbukitan. Untuk kedua kalinya kejutan
diberikan kepada relawan berupa nyanyian Selamat Datang Kakak yang disampaikan
oleh siswa-siswa Sekolah ini dan para relawan memberikan tepuk ‘Wow keren’
sebagai balasan dan tanda kasih sayang.
Rasa penasaran anak-anak
sepertinya tidak terbendung, waktu istirahat setelah sekolah tidak disia-siakan
lagi untuk bergegas masuk kedalam ruang yang mampu menampung hingga 80 org. Rangkaian
kegiatan gelaran #1000tumblers4lpg dimulai dari cerita anak tentang Yoman dan
Tucil yang membuang sampah sembarangan di sungai dan dinasehati oleh pak RT,
reaksi anak-anakpun kaget. Imbas dari tercemarnya sungai dalam cerita dengan
boneka tangan adalah bermunculan hewan-hewan yang sakit dan hasil pemeriksaan
oleh dokter telah ditemukan adanya pencemaran air sungai. Di akhir cerita,
Yoman dan Tucil menyesali perbuatan mereka dan mau membantu pak RT serta warga
untuk membersihkan lingkungan.
Cerita anak yang sederhana namun
sering dilalaikan dan masih dilakukan oleh anak-anak hingga orang dewasa kerap
terjadi di lingkungan bahkan di keluarga terdekat kita. Fakta tentang sampah
plastik di Indonesia sudah menjadi topik utama dalam upaya menjaga lingkungan
dan melibatkan masyarakat dalam Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Bagi mereka
yang tinggal di dataran tinggi tidak merasakan dampak secara langsung, karena sampah
dari aliran sungai berkumpul di bantaran sungai dekat laut. Tetapi dalam
penyampaian kampanye bebas sampah plastik, relawan menyampaikan betapa pentingnya
saling menjaga lingkungan. Melalui anak-anaklah kita berharap mereka mampu
menceritakan kegiatan gelaran Ruang Jingga ini kepada keluarga terdekat dan
mulai menggunakan wadah minuman yang sehat menjadi sosialisasi utama Ruang
Jingga. semangat anak-anaknya
![]() |
| Kelas Inspirasi Profesi bertujuan mengenalkan pekerjaan orang dewasa ke anak-anak |
Gerakan 1.000 Tumbler
Tumbler atau wadah minum kini
makin diminati oleh ibu-ibu dan anak-anak, bahkan hingga orang dewasapun kini
rajin membawa tumbler kemanapun mereka berpergian. Dalam gerakan 1.000 tumbler
ini, Ruang Jingga membagikan tumbler / wadah minuman ke anak-anak sekolah yang
dikunjungi. Tumbler yang berasal dari para donatur ini bertujuan agar :
1.
Mengajak orang tua makin sadar akan pentingnya kesehatan
2.
Dengan wadah minum pribadi, tahu kualitas air
minum kita
3.
Mengetahui bahaya penggunaan botol minum yang 1
kali pakai
4.
Paham tentang jenis plastik yang ada disekitar
kita
5.
Mengurangi sampah botol plastik
Gerakan 1.000 tumbler oleh Ruang
Jingga akan terus dilaksanakan hingga seluruh daerah di Kota maupun Kabupaten
tercapai, hal ini dimaksudkan agar terjadi pemerataan informasi dan
sosialisasi. Dan diharapkan akan munculnya para sukarelawan yang konsen serta
peduli akan pendidikan dan kesehatan lingkungan di daerahnya masing-masing. ~trie~
![]() |
| Ruang Jingga membagikan botol minum gratis |
![]() |
| #1000tumblers4lpg membagikan botol minum secara gratis |




Komentar
Posting Komentar